Manusia secara naluri mempunyai tiga alat komunikasi/interaksi:
- Hati
- Lisan
- Isyarat
1. Hati
Hati adalah alat komunikasi dengan Sang Maha Pencipta, yaitu Allah SWT. Dengan hati, manusia dapat berkomunikasi dengan Allah tanpa mengenal batasan waktu dan usia, siang dan malam, dalam kondisi apa pun. Allah mendengarkan suara dan cerita hamba-Nya, walaupun Allah mengetahui segalanya. Namun Allah tidak menolak cerita itu, walaupun tidak memanjatkan doa kepada-Nya. Begitulah sifat Allah terhadap hamba-Nya, tentu berbeda dengan makhluk-Nya, yaitu manusia.
Dalam pandangan ilmu tasawuf, manusia disarankan untuk selalu berkomunikasi dengan Allah agar mengenal-Nya secara lahir maupun hati/batin. Secara hakikat, manusia tidak luput dari pandangan-Nya walaupun dalam kegelapan, yang mempunyai efek dan faedah agar diri seorang hamba merasa diawasi oleh Allah SWT (اتق الله حيث ما كنت). Dengan demikian manusia tidak luput dari pandangan-Nya. Hanya kepada Allah kita mengadu segala urusan sebelum curhat kepada manusia.
2. Lisan
Komunikasi dengan lisan, dengan lisan kita dapat menginformasikan tentang kebaikan kepada seluruh alam dan manusia melalui orasi, tulisan, maupun bahasa kinayah. Akan tetapi, menyampaikan sesuatu dengan bahasa tentu harus sesuai dengan ilmu yang dimilikinya, dengan model penyampaian kepada manusia menggunakan logat yang sesuai. Menyampaikan kebaikan dengan logat yang kasar tidak akan diterima dengan sempurna, karena kekerasan tidak diterima oleh semua kalangan. Seharusnya disampaikan dengan bahasa yang santun, beretika, serta sesuai norma-norma ajaran Nabi Muhammad SAW. Dengan lisan, kita dapat mengajarkan sesuatu kepada orang lain yang nantinya dapat diarahkan untuk berkomunikasi dengan hati kepada Sang Maha Pencipta.
3. Isyarat
Komunikasi dengan isyarat meliputi mata, gerakan kepala, tangan, kaki, bahkan suara dan gerakan badan. Semua isyarat itu dapat dipahami manusia melalui saluran perasaan yang tersambung dengan hati nurani, bahkan dapat diterjemahkan ke dalam bentuk tulisan dan sandi-sandi yang disepakati. Tiga alat komunikasi ini terkumpul pada manusia normal dan semuanya aktif sesuai dengan kemauan hati. Sifat mahmudah dan madzmumah bertempat di hati, kemudian direalisasikan oleh anggota badan serta tabiat atau karakter.
والله أعلم بالصواب
