Karomah Gus Baha’ Udin Nursalim Ketika Diuluki
Salam Sebelum Mampu Hadir dalam Mimpi
Pada suatu hari di bulan Desember tanggal 15, sekitar pukul 03.00 dini hari, hari Ahad malam Senin tahun 2024, Bapak Mas’ud melaksanakan ibadah seperti biasa. Ia mendirikan shalat taubat, shalat tahajjud, dan shalat hajat. Setelah selesai melaksanakan shalat, beliau berdoa memohon keselamatan dunia dan akhirat.
Usai berdoa, Bapak Mas’ud keluar dari masjid menuju rumahnya. Sesampainya di teras rumah, ia tidak langsung masuk, tetapi duduk di kursi dan mengucapkan salam kepada Gus Baha’. Tidak lama kemudian, ia merasakan ketenangan yang mendalam di hatinya. Di teras rumah itu, ia melantunkan istighfar dan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Kemudian, Bapak Mas’ud masuk ke dalam rumah sambil mengucapkan salam, “Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.” Ia juga membaca salam seperti yang dibaca dalam tasyahud akhir dalam shalat: “Assalamu’alaina wa’ala ibadillahisholihin.”
Setelah itu, Bapak Mas’ud berbaring mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW, dengan kepala menghadap ke utara dan wajah menghadap kiblat. Tidak lama setelah ia tertidur, ia merasa berada di tengah-tengah majelis pengajian Gus Baha’. Di sana, banyak jamaah hadir, dan di depan panggung duduk para ulama bersama Gus Baha’.
Tidak lama kemudian, Gus Baha’ keluar dari majelis itu. Bapak Mas’ud berkesempatan bertemu dengan beliau. Ia bersalaman dengan Gus Baha’ dan memperkenalkan anaknya yang masih berusia tujuh tahun, yang ia gendong. Nama anak itu adalah Abdurrahman Mas’ud Assabi’i. Dengan penuh kasih, Gus Baha’ menyalami anak tersebut.
والله أعلم بالصواب
