Mengapa Kita Harus Berdoa?
Ada beberapa pandangan dalam masalah doa.
Mengapa kita harus berdoa? Berdoa adalah bentuk keyakinan yang tidak dapat ditawar bagi semua umat beragama, terutama bagi umat Islam. Karena bagi umat Islam, doa adalah ibadah sekaligus perintah Allah SWT yang termaktub dalam ayat-ayat suci Al-Qur’an.
Bagi orang yang berdoa, ada harapan baik di dunia maupun di akhirat. Mungkin ada anggapan tentang kapan doa kita dikabulkan oleh Allah — kita memang tidak tahu. Namun yang jelas, pasti doa itu akan dikabulkan oleh Allah. Mengabulkan doa hamba-hamba-Nya adalah hak prerogatif Allah SWT.
Berdoa adalah ibadah, karena doa merupakan perintah-Nya. Barang siapa yang tidak berdoa dianggap sombong, karena merasa tidak membutuhkan-Nya. Dalam sabda Nabi disebutkan bahwa takdir (qadha) dapat ditolak dengan doa. Karena itu Rasulullah SAW mengajarkan berbagai doa kepada para sahabatnya, bahkan doa-doa tersebut diwariskan dari generasi ke generasi.
Ada anggapan bahwa kesuksesan tanpa doa adalah mustahil. Mungkin saja seseorang tampak berhasil tanpa berdoa, namun keberhasilan semacam itu akan menimbulkan sikap menentang Tuhan, karena merasa semua keberhasilannya semata-mata hasil usahanya sendiri. Hal ini dapat berujung pada kesombongan. Naudzubillah.
Doa secara jelas dapat mengasah keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Doa adalah bentuk permohonan kepada Allah dengan bahasa dan tuntunan syariat Islam yang diajarkan oleh Rasulullah Muhammad SAW, yang hingga kini masih dilestarikan.
Lalu, sampai batas mana kemampuan doa itu?
Doa tidak memiliki batas antara bumi dan langit, karena doa langsung sampai kepada Sang Maha Pencipta tanpa batas waktu yang ditentukan. Bahkan doa mampu menembus alam nyata (syahadah) dan alam gaib. Maka percayalah pada doa yang kamu panjatkan kepada-Nya. Dengan kekuasaan Allah, tidak ada batas bagi hamba-Nya untuk berdoa.
Di era modern, doa sering kali tidak lagi diminati karena dianggap tidak rasional dan lebih mengutamakan usaha semata. Memang terkadang doa tampak tidak rasional, tetapi ketika Allah berkehendak, segala sesuatu dapat terjadi. Ingatlah, dunia ini serba mungkin atas izin Allah SWT.
Ada pula pandangan bahwa orang yang tidak mau berdoa dapat dianggap memiliki keimanan yang rapuh. Kita sering mendengar kisah-kisah bahwa dengan berdoa, segalanya bisa menjadi berbeda dan lebih baik. Oleh karena itu, doa dan usaha harus digabungkan agar kita menjadi orang yang seimbang antara ikhtiar dan tawakal.
Tata cara berdoa dimulai dengan memuji Allah SWT, membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, kemudian menyampaikan apa yang menjadi maksud dan harapan kita.
