Dalam menyikapi budaya jawa menjelang hari pernikahan sangat lah kental dengan bau bau klenik,baik dari calon mempelai putri ataupun calon mempelai putra guna untuk menhindar atau ihtiyar mencari keselamatan dalam mengarungi bahtera ruma tangga yang akan di laksanakan dimasa ng akan datang.Dalam menjalani prosesi ini biasanya di awali dengan meminang(lamaran) yang di dahului oleh mempelai putra.Pernikahan dalam adat jawa angatla sakral tidak menunjkkan sekan akan pesta pernikahan ,dikarnakan ada syarat syarat yang harus di jalani sebelum pra pernikahan seperti arus menjunukkan hari kelahran(tiron) ‘’dalam bahasa jawa’’ harus bertemu berapa (ketemu piro) dalam bahasa jawa’’ dintara calon mempelai,pemhaman seperti ini masih di pengaruhi adat /kebudayaan leluhur dalam istilah jawa(iki nandur uwong ora nandur gedang) ini menamnam/menjodokan manusia bukan bukang menanam pohon pisang artinya dalam filosofi suku jawa kita ini sekali menjodohkan anak,sekali untuk selamanya sampai akhir hanyat ‘’dalam bahasa jawa sampei( nini lan mintuno)sampai kakek kakek lan nenek nenek.
Kata kunci ‘’ Menhitung menjelang hari pernikahan’’
Latar belakang.
Suku jawa adalah adalah Masyarakat yang ada di pulau jawa yang terletak di bagian Negara kestuan Republik Indonesia yang masyarakatnya masi kental kebudayan yang bersifatabstak dalam kebudayaan yang masi trpengaruh besar pada kebudayaan Kerajaan kediri,blambangan dan Majapaihit bisa di katakana dengan kebudayaan jawa duwipa,yang masing masing mempunyai kebudayaan yangsangat komplek dan majmuksampai budaya pernikahan adaperhitungan ,kelahiran,hari dan tanggal/bulan yang telah di wariskan oleh para leluhur atau nenekmoyangnaya.Dalam menyebut hari ada Namanya (Harahap et al., 2021). pasaran(pon,wage,kliwon,legi,pahing) semua hari ada nilai dan hitungannya secara terperinci dan sistimatis.Hitungan bulan juga ada nama nama yang di kolaburasikan dengan bulan hijriyah’’dalam bulan islam’’Masyarakat jawa mayoritas memeluk agama Islam mereka tau dalam permasalahan yang harus di anut atau di tinggalkan ‘’hinduisme .mereka paham betul syririk/menyekutukan Allah SWT.ketika bertentangan dengan syariat Islam mereka tidak segan segan meninggalkannya.
Metode penelitian.
Fenomenologi pada hakekatnya merupakan salah satu kualitatif yang berfokus pada kesamaan pengalaman hidup dalam jenis pendekatan penelitian kelompok tertentu.Tujuan dalam arti penelitian.Fenomenologi adalah sebuah penyelidikan dan penggambaran langsung suatu fenomena sosial tertentu. Sebagai pengalaman yang di buat secara sadar tanpa memiliki landasan teori tentang penjelasan kausal atau realitas obyektif sehingga dengan kata lain,fenomenologi berusaha memahami bagaimana memahami makna dari hal hal yang terjadi.disisilain dalam istilah yang luas metode penelitian fenomenologi mengacu pada riset bagaimana peneliti mem;persiapkan makna suatu ‘peristiwa yang umumnya bertentangan dengan bagaimana peristiwa itu ada di luar persepsi orang. Oleh karena itula bentuk metode peneltian ini berupaya untuk memahami apa yang dirasakan sekelompok orang selama satu fenomena.persebsi prespektif dan pemahaman semuanya akan di analisis,dan akan digunakan menciptakan pemahaman tentang bagaiman rasanya mengalami suatu peristiwa
Rumusan masalah.
- Apakah sukujawa menghitung hari sebelum pernikahan?
- Prosesi apay ag dipersiapan?
- Badgainama menurut prespektif Islam?
- Adkah bentuk sosialdan buda yang terbentuk?
- Pembahasan inti
Rumus penghitungan yang jadi patokan (piandel) yaitu rumuz penghitungan aji soko ,
Aji adalah sangat sakral/sangat mulia.
Soko adalah ,panuhu dalam istilah rumah adalah cagak /tiyang .Sedangkan hari mempunyai nilai filosofi ,atau bobot perhitungan
Hari
Minggu /ahad mempunyai angka = 5
Senin mempunyai angka= 4
Selasa mempuyai angka = 3
Rabu mempunyai angka = 7
Kamis mempunyai angka = 8
Jum’at mempunyai angka = 6
Sabtu mempunyai angka= 9
Sedangkan pasaran atau pendamping hari agar bisa di hitung nilainya.
Rumus pasaran dan istilah.
Kliwon bernilai = 8
Legi bernilai = 5
Paihing bernilai = 9
Wage bernilai = 4
Istilah yang di jadikan penghitungan pencodohan hari agar bisa menemukan hasil yang di inginkan ada lima kalimat:
- Sandang artinya pakaian.
- Pangan artinya makanan.
- Gedong artinya rumah.
- Loroartinya sakit sakitan.
- Patiartinya mati atau kematian.
Pelaksanaan penhtungan ini ketika kembalinaya pinagan calon pengantin perempuan dalam hal ini peneliti akan mencontoh kan satu pasangan calon pengantin
B.Contoh calon penganti yang akan diteruskan yang sesuai dengan adat istiadat (budaya) jawa
Nama : cokro kusumo
Hari kelahiran/weton : selasa kliwon
Calon istri : dewi sulasih
Hari kelahiran/weton : jum’at legi
Dihirung menurut rumus jawa
Hari
Selasa bernilai 3
Pasaran :
Kliwon bernilai 8
Jumlah 3+8=12
Hari
Jumat bernilai 6
Pasaran legi bernilai 5.
Jumlah 6+5 = 11.
Perhitungan hari calon pengantin
(12+11)=22
Dalam perhitungan bahwa antara cokro kusumo dengan dewi sasih ditemukan kesepakatan bertemu dengan pangan maka perjodohan dapat di teruskan pada jenjang selanjutnya yaitu jenjang pelaminan. Setelah semuanya sepakat kemudian menentukan bulan.
Bulan kesepakatan dalam pandangan jawa adalah ada empat piihan
a.Besar/bulan haji
b.Jumadil akhir
c.Rojab
d.Ruwah/sya’ban
Dalam perhitungan bulan ada keterangan rahasia masing masin bulan
a.Bulan besar/bulan haji adalah nemu kebunahan (akan menemukan kebahagiaan dengan berbagai perjuangan dan usaha).
b.Bulan jumadil ahir adalah sugeh lan rahayu yang artinya adalah jika akad nikah bulan itu akan menjadi ornag yang kecukupan dan didukung denagan kesehatan.
c.Bulan rojab adalah sugeh anak /brayat yang artinya akan di karunia anak yang banyak dan banyak rizki yang melimpah
bulan ruwah/sya’ban yang mempunyai arti sama dengan bulan rajab.
- Bulan yang di hindari dalam hitungan jawa
- Bulan syawwaal yang mempunyai penafsiran jika akad nika di bulan syawwal maka akan banyak hutangnya maka orang jawa menghindari itu akan tetapi ada yang tidak memperhatikannya(ngebo bingung)
- Bulan dulqo’dah(bulan selo) maka orang jawa mempunyai keyakinan jika pernikahan di bulan itu bertanda akan sering sakit.
- Bulan muharram (suro) dalam bahasa jawa yang mempunyai nalamat akan terjadi perebutan ‘’baik mempelai putri ataupun mempelai laki laki.
- Bulan soffar,jika menikah kan /ijab qobul dibulan itu adat jawa mempunyai penafsiran akan ada sesuatu yang membebani keluarga salah satu mempelai yaitu banyak hutang.
- Bulan robiul awwal(mulut) dalam perhitungan jawa mempunyai penafsiran yang sangat extrim yaitu matinya salah satu dari pihak mempelai ,oleh karna itu ada yang berpendapat sebaiknya dihindari sejauh mungkin
- Bulan rabiul ahir(ba’da mulut) dalam halini,mempunyai penafsiran,jika menikahkan anaknya maka akan terjadi dan akan menemukan sesuatu yang tidak diinginkan antara ‘’mempelai berdua atau kedua orang tua.oleh karena itu banyak yang tidak mau menikahkan pada bulan itu.
- Bulan jumadil awal orang jawa mempunyai penafsiran bahawa jika terjadi akad nikah/ijab qobul akan menemukan penyesalan kepada mempelai salah satu.
- Mendirikan tarup atau tenda untuk pesta pernikahan
Dalam perhitungan adat jawa mendirikan tarup/tenda juga ada perhitungan :
Neptu 7 atau13 ayem tentrem lan becik(ada ketengan dan ketentraman yang sangat baik)
8 atau14 :seluman lanang olo(akan ada jelmaan lelaki yang jelek tabiatnya)
9 atau15:dodok acung olo(akan ada keterangan yang kurang menyenangkan)
10 atau16:temen lan luhur,becik(kebenaran ,luhur,dan baik)
11 atau 17:seluman wadon olo(akan ada jelmaan wanita yang tabiaatnya jelek.
12 atau18:bencono,olo(akan ada marabahaya ,sangat tidak baik)
- Pilhan hari yang baik untuk mendirikan terop/tenda.
Wawaton tibaning (ketika sudah waktunya/hari tiba)tanggal 1-30
| Tangggal | Keadaan | ||
|---|---|---|---|
|
| ||
|
| ||
|
| ||
|
| ||
|
|
| Tangggal | Keadaan |
|---|---|
| Wujude (bentuk) | Kang di causi(kirim doa) pahalanya di berikan pada siapa |
| Apem ketan(apem yang terbuat dari bahan ketan) | Mumule leluhur=dihadiahkan pahalnya kepada leluhur. |
| Sego adem(nasi dingin sedangkan lauknya sayur dan telur rebus,tanpa garam. | Panuwun katentreman(minta kepada Allah supaya di beri kedamean lahir dan batin) |
| Sego golong lulut lemek endok dadar(nasi yang di bulatkan kemudian atas bawa di alasi dengan telur dadar | Panuwun kumpuling kawulo gusti(permintaan hamba kepada tuhanya dengan rahmatnya menyatu dalam jiwa hambanya) |
| Nasi kebuli lawuh endok utuhan,bawang merah utuh,di goreng ,kan juga di goreng ,wedang bubuk | Memulihi syah abdul qoqdir jilani |
| Ketan salak | Yang di hadiahkan kepada seno pati |
| Bakaran ikan dan candu | Yang di hadiahkan kepada yang menjaga gilang |
| Ketan salak(berasketan di rebus dengan gula dan santan) dan telur ayam kampung di rebus dengan garam dalam kuali | Kang di caosi dahar( yang di hadiah kepada Agung(pembesar) |
| Kolak kencono(kolak pisang utuh dengan kulitnya ,dan nasinya dikolak. | Dicaosaken (di hidangkan )kepada Ratu kidul. |
| Ketan punar,enten enten (parutan kelapa dan gula di goreng)di alasi telur dadar di atas ketan punar atasnya di tutupi telur dadar) | Dihidangkan pada panembahan bodho. |
| Dawet | Yang dihidangkan hyang antaboga(juru masak) |
| Ketan moncowarna(ketan di hias lima warna) | Panuwunan (harapan) segerkuawarasan. Memulihi(yang di harapkan bangsa mas,inten,wesi lan liyoliyane.(perhisan perhisan permadani). |
| Arang arang kambang (nasi kring di goreng dengan gula dan santan) | Memule (yang di dihidangkan pada)berupa angin |
| Jangan pandamara(sayur kankung ,ikan,bumbunya bawang merah ,bawang putih,daun salam,lengkuas,ketumbar, jinten,gula, asem,trasi, dan garam).jongkong(tepung diaduk denga sedikit enjet(kapurgamping sedikit).di bungkus ,diberi gula jawa di kukus. | Permintaan guyup rukun semua nya |
| Tumpeng robyong(telur direbus dengan kulitnya kemudian di tusuk dengan sujen di atasnya diberi trasi bakaran ,bawang merah dan dipaling atas cabe di tusuk kemudian di tancapkan di tas tumpeng ,sekitar tancapan cabe diberi bermacam macam sayuran sehingga tumpeng tersebut kelihatan penuh dengan sayuran,sehingga tumpeng tersebut tanpa lauk karena lauknya sudah ditancapkan | Dengan harapan mudah mudahan selamat dari bawa samapai keatas. |
| Nasi walimah(nasi punar) | Bersama dengan ijab kobulnya |
| Jenang piringan(jenang abang diatasnya di beri jenang putih tap hanya sampingnya saja.jenang palang (jenang tepung di campur gula mera kemudian di tumpangi atasnya jenang putih melintang )jenanga bening (jenang susum) | Ngaweruhi (yang di saksikan)Abu Bakar,Umar,Usman dan ali |
Samsul aimmah hal 47 Ahmamadi kencong pare kediri
Baik dan buruknya bulan buat ijab qobul.
Bulan suro:bertenkar akan menemukan kerusakan.(jangan di buat ijjab)
Shofar :mengalami kekurangan ,banyak hutang,(bisa di terjang)
Maulud : akan mati salah satu (jangan di langgar)
Rabuul ahir: kaya mas dan perak.artinya akan menemui kesuksesan dengan pekerjaan ,semangat ,mendapat berkah.
Rojab: kaya keturunan(anak)juga mendapat keselamatan.
Ruwah(syakban):di beri keselamatan semua urusannya.
Puasa/ramadlan: akan mendapat musibah,di murkaiAllah.
Syawwal: kekurangan ,banyak hutang,(bisa di langgar)
Dulqo’dah: akan di uji Allah sakit sakitan,sering di hiyanati oleh teman
Besar/dzulhijjah: kaya,akan menemukan kebahaguyaan
Selamtan untuk penganten bagi tradisi jawa kuno
BENTUK SESAJEN /COKBAKAL
Cokbakal adalah adaah sebuah racikan adat jawa yang di letakkan dalam takir(dari daun pisang yang di bentuk seperti wadah.
Sedangkan isi cok bakal adalah;
- Kluwek
- Telur
- Daun sirih
- Gamping/kapur gampin(enjet).
- Bawang merah .
- Cabe
- Kaca
- Uang recehan
- Gambir
- Pisang
Sedangkan makna cok bakal adalah
Mucuk mucuk i bakal atau permulaan cikal bakal yang di hadapi
- Kluwek artinya asal kata kholwon dalam bahasa arab artinya berwajah manis dan ceria kertika mendapat tamu atau berwaja manis ketika menyambut para tamu.
- telur yang mempunyai makna mudah mudahan penganten/mempelei berdua segera diberi keturunan.
- daun sirih yang mempunyai makna,segala sesuatu itu harus di hadapi dengan senang hati dalam bahasa jawa(bunga),dengan alasan sebab dunia ini tidak mungkin menhindar dari permasalan,siapapun tamu yang datang disambut denga wajah yang ceria di persilakan.
- d .enjet yang artinya adalah jangan bosan bosan menyambut tamu,selalu baik sangka kepada seluru undangan yang hadir.
- bawang merah,cabe .,yang mempunyai makna dan filosofi yang tinggi :mempersilahkan merasakan hidangan yang sudah dimasak oleh tuan rumah dengan senang hati,semua sanak saudara untuk mencicipi kuwe atau masakan yang sudah di hidsngkan.
- Kaca yang makna dan filosofinya adalah meminta maaf kepada semua ng hadir atau para tamu undangan atas seagla kekuarangan ,baik hidangan maupun tempat jika kurang sesuai dengan hati para hadirin tanpa terkecuali.
- Uang recehan mempunyai filosofi dan makna yang mendalam.(Edi Sedyawati et al., 1993)
- Rebut jago
Dalam adat jawa jika mempelai putra biasanya dia membawa jagoan atau bentuk yayam jantan yang bulu dan ekornya dengan beberapa warna untuk di berikan kepada mempelai putri dengan sarat di tebus sampai pemegang jago mau ,pemegang jago biasanya berkokok seperti layaknya suara ayayam jantamn (cukurukuuuuuuk) kemudian dengan parian atau pantun (ikilo jagone sawonggaling kanjejuluk panji klaras oratau saresore sarene pendak dalu,uleseng welring kuning seng seng cucuke emas dase(kepalanya)tunggul nogo ,seng motone merah delimo waskito blalak blalak motone lirkadiyo merh delimo lansisik’e maspicis rojobrono .
- Panggung kemanten (kuade) yang mempunyai nilai filosofi dalam menafsirkan kuade adalah :segala sesuatu dalam mengadakan prosesi sampai menatankan kemanten/ngunduh mantu harus dengan niatyang kuat dan juga biaaya(kuat kuate yonggo arang kan luweh gede.dalam hal ini kuade dihiyasi bunga bunga,yang bermacam macam macam yang tidak lain menggambarkan penuh kasih dan sayang dalam terselennggarnya acara atau pesta pernikahan.
- Prosesi menginjak telur yang mempunyai ma’na mempelai putra segera bisa memecahkan ‘’keprawanan dari gadis yang di nikai dan mempunyai ketrurunan. Ada yang memeknai mudah mudahan empelai putra segera pecah pemiirannya meninggalkan masa lajangnya menjadi orang yang dewasa dan mampu memecahkan masalah rumah tangga.
- Minum air putih yang di suapkan oleh ibumertua yang di dahului oleh mempelai putra(Minum toyo pertolo/tirto wening songko telogo pertulo)
- Menuangkan uang recehan yang di campur dengan biji kacang kacangan(Kacar kujur) yang mempunyai filosofi mempelai berdua harus bekerja dan hasilnya di berikan kepada sang istri untuk dipergunakan kebutuhan da sisanya di tabung untuk di persiapkan membeli pakaian membangun rumah,membeli kendaran dan kebutuhan yang lain.
- Sungkeman artinya kedua mempelai bersimpuh kepada orang tuanya untuk minta maaf dan minta doa kepada orang tuanya agar hidupnya berbagia dan sejatera dunia ahirat dengan restu orang tua(رضاالله في رضاالوالدين وسط الله سحط الوالدين) keridloan Allah tergantung keridloan kedua orang tua.
- Kembang mayang adalah serangkaian bunga yang di bawakan pemuda dan pemudi untuk me ngarak atau mengikuti mempelai putra sampai pada kembar mayang lalu ditukar dan di buang di atas atap rumah .
- Ada janur yang melengkung di depan terop yang mempunyai makna ,dalam bahasa arab (جاء نور)telah datang cahaya yanag menerangi prosesi dan mempelai berdua dalam membina rumah tangga atau bahtera rumah tangga mempelai berdua, ini merupakan do’a isyarat yang di pahami oleh orang suku jawa yang kental dengan budaya klenik.
- Ada tuwuh (pohon pisang raja yang sudah berbuah beserta jantung pisang nya) yang atinya meyambung sanak saudara baik yang dekat maupun yang jauh yang sudah di beri ulem ulem(undangan).Sedangkan pisang rajo/raja diambil dari bahasa arab (رجاء)yang mempunyai ma’na mengharapkan kehadiran dan do’a yang hadir dalam prosesi pernikahan itu.(عوني استجب لكماد)
- Tanggap wacono atau sambutan yang mewakili keluarga mempelai putri maupun wakil dari mempelai putra, masing masing wakil memngungkapkan ucapan baik rikim salam sampai pamit atau setelah usainya acara resepsi ( paripornaning adicoro pawiwahan)yang makksuad dan tujuan nya adalah memasrahkan mempelai agar jangan dianggap sebagai anak menantu dianngap seperti anak sen diri ,dengan harapan agar di didik dalam membina rumahtangga ini mempelai belum berpengalaman dalam rumah tangga.karena mertua adalah seperti orang tua sendiri dalam pandangan agama.
- Ular ular dalam bahasa jawa ngoko adalah pitutur bejik atau nasehat baik yang di bekalkan kepada mempelai berdua, biasanya di beri contoh orang oarang shaleh ,para Nabi yang keberhasilannya dalam mengaruni bahtera rumahtangga
Dalam hal ini penulis dapat memberi kesimpulan bahwa penghitungan adat jawa sebagai berikut;
Sesajen adalah bentuk shodaqo/sedekah yang berupa macam macam masakan
- menghitung hari merupakan bentuk Upaya istikharah m
- memastikan bulan akad nikah adalah bentuk kehati hatian sebelum berdindak lebih jauh sebelum kepelaminan
- Sesajen atau sjian adalah bentuk shodaqo/sedekah yang berupa macam macam masakan
- Sesajen /cokbakal adalah bentuk filosofi doa isyarat yang mengandung makna social dan budaya
- Kuade/panggung penganten adalah berorentasi pada hadist Nabi (اعلنوا بالنكاح)
- Waliamah adalah sunnah Rasul yang di bentuk dalam acara temu mempelai (Harahap et al., 2021)
Kesimpulan
- Suku jawa segla sesuatu yang berhubungan denganpernikahan akan di perhitungkan hari bulan dan dan tanggal kelahiran kedua mempelai berdua
- Bulan pernikahan adalah momen penting yang harus di perhatikan ,yang jadi patokan adalah ,bulan Haji,jumadil Ahir,rajab,sya’ban.
- Pasan jadi penentu jityungan,legi,pahing,pon,wage,kliwon.
- Lima hitungan yang jadi alat hitung(sandang, pangan, gedong loro,pati)
Kitab primbon betal jemur adammakna hal 1soemodijoyo maha dewa yokyakarta alihan primbon 2005

Mantap… Penjelasan yang detail dan mudah dipahami 👍